Masa Depan Tokopedia Dapat Berkolaborasi dengan Go-Jek

Sudah setahun lebih e-commerce Tokopedia menjadi marketplace populer di Indonesia. Terbukti pada Oktober lalu telah membuat gebrakan dengan membukukan rekor investasi senilai US $ 100 juta dari SoftBank dan Sequoia Capital. Pada hari Senin (17/08) lalu bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, startup ini merayakan ulang tahunnya yang ke-6. Mengundang media, mitra, dan pedagang untuk makan malam bersama.

Acara untuk awak media cukup singkat dan tidak ada pemberitaan yang bombastis. Perusahaan hanya menyampaikan beberapa pencapaian kinerja, seperti 300.000 pedagang aktif, enam juta transaksi per bulan pada tingkat pertumbuhan bulanan antara 10% – 20%. Pertumbuhannya sangat mengesankan, namun dengan 300.000 pedagang, Tokopedia masih termasuk pemain kecil jika dibandingkan dengan raksasa e-commerce seperti Taobao di Cina, yang memiliki jutaan pedagang.

Acara ini juga memperkenalkan kampanye baru untuk media dengan motto “Ciptakan Peluangmu.” Pada kesempatan itu William Tanuwijaya dan Leontinus Alfa Edison sebagai pendiri Tokopedia menjelaskan akan segera digunakannya motto tersebut di seluruh jaringan stasiun TV di Indonesia.

Sebenarnya Tokopedia dalam posisi yang sulit, di mana yang menjadi target pasarnya adalah jutaan usaha kecil yang diharapkan mendaftar sebagai pedagang. Namun dengan belum banyaknya pedagang di marketplace, justru menciptakan potensi pertumbuhan yang tinggi.

Penjual di level kecil di Indonesia lebih suka menjual langsung lewat media sosial. Bahkan, Yusi Obon, kepala komunikasi di Bukalapak, pesaing terdekat Tokopedia, baru-baru mengatakan kepada media, “pesaing sejati bagi kita adalah Facebook, Twitter, dan BBM.”

Sebuah studi ditahun 2014 oleh Singapura logistik e-commerce penyedia SP eCommerce menyatakan bahwa hanya 20% dari e-commerce di Indonesia bertransaksi di situs e-commerce khusus, sedangkan sisanya terjadi di media sosial, grup-grup ‘messaging’, iklan baris, dan forum online.

Dan juga, model consumer-to-consumer keduanya baik Tokopedia dan Bukalapak bukan saingan  perusahaan e-commerce raksasa yang menjanjikan pengiriman hari yang sama, dan pilihan pembayaran seperti cash-on-delivery (COD) yang tidak ditawarkan Tokopedia maupun Bukalapak.

Namun CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan Tokopedia bukan startup seperti itu. “Kami bukan perusahaan e-commerce, dan kami tidak akan masuk ke bisnis logistik,” jelas Tanuwijaya. Lantas apa langkah Tokopedia selanjutnya? “Tokopedia saat ini sedang uji coba dengan Go-Jek untuk pengiriman di Jakarta,” ungkap Tanuwijaya.

Ini tidak begitu mengejutkan, karena banyak pemain telah bermitra dengan Go-Jek di ibukota. Go-Jek telah berkembang menjadi jasa kurir dalam bisnisnya. Tapi itu menjadi lebih menarik ketika kita menggali lebih dalam.

Pertama, Go-Jek berkembang pesat di seluruh Indonesia, yang bisa memungkinkan untuk menawarkan jasa pengiriman untuk transaksi Tokopedia di luar Jakarta.

Kedua, Go-Jek pada awal-awalnya adalah mitra pengiriman untuk Lazada Indonesia, membantu perusahaan tersebut merealisasikan metode COD-nya. Mungkinkah ini menjadi cara untuk Tokopedia untuk bergabung dengan gaya COD sembari menunggu ePayments lebih banyak digunakan di Indonesia.

Ketiga, Go-Jek baru-baru ini mengisyaratkan untuk memperluas layanan ke dalam truk dan van. Mempertimbangkan apa yang bisa dilihat beberapa tahun ke depan. “Go-Truck adalah nama konsep yang disematkan oleh Nadiem Makarim sebagai pendiri Go-Jek. Dengan harapan bisa membentuk armada on-demand-delivery untuk Tokopedia.

Sequoia Capital sebagai salah satu investor Tokopedia dapat memainkan peran dalam merancang kemitraan jangka panjang antar kedua startup tersebut. Gosip yang berkembang di Indonesia bahwa Sequoia Capital juga berinvestasi di Go-Jek, namun mereka tidak mengomentari masalah ini dan belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Dari DNA mereka, Tokopedia dan Go-Jek adalah pasangan yang sempurna. Keduanya diciptakan oleh pendiri lokal dengan pengetahuan yang mendalam tentang keistimewaan pasar Indonesia. Mereka bukan saingan namun saling melengkapi fitur masing-masing. Tokopedia dapat membangun basis vendor dan pembeli, sementara Go-Jek dapat memberikan layanan on-demand dan transportasi. Ini adalah awal dari sebuah kolaborasi yang menarik.

(Sumber : Techinasia)

kabarbisnis/nasional/agustus2015

– See more at: http://tangandiatas.com/masa-depan-tokopedia-dapat-berkolaborasi-dengan-go-jek/