Menemukan Ilham Kecil

Seorang mahasiswa menulis pesan di whatsapp messenger handphone saya, intinya menanyakan bisnis start up apa untuk dia geluti, yang prospeknya bagus dan mampu bertahan untuk jangka panjang.

Saya mendapat pertanyaan seperti ini memang bukan kali pertama dan selalu membuat dahi saya mengernyit karena berpikir untuk menjawabnya. Pasalnya pada kenyataannya seringkali ide-ide bisnis hebat itu berasal dari kepekaan menemukan jawaban dari kejadian sederhana. Seperti kesusahan yang dialami diri sendiri dan orang pada umumnya dalam hidup sehari-hari.

Beberapa paragraf di bawah ini adalah kisah yang dapat menjadi inspirasi kita, bagaimana sebuah bisnis besar muncul dari kejadian sepele yang membutuhkan jawaban.

Anak muda yang masih kuliah bernama Jawed Karem, suatu hari mendengar cerita mengenai Janet Jackson yang tampil bersama Justin Timberlake di acara Super Bowl. Pakaian Janet melorot dan katanya videonya tersebar di internet. Tetapi saat Karem mencari videonya ternyata tidak berhasil menemukan video tersebut.

Dari kejadian itu ia punya ide untuk membuat website khusus berbagi video yang mudah diakses siapa saja. Setelah didiskusikan dengan temannya yang bernama Hurley dan Chen, akhirnya dari garasi rumah, awal tahun 2005 mereka luncurkan YouTube yang kemudian menjadi fenomena dan menuai sukses besar, akhir tahun 2006 YouTube dibeli Google, dan Karem memperoleh bagian 46 juta dollar, atau sekitar 400 Milyar.

Chairul Tanjung si anak singkong yang sukses membangun CT Corp, yang menguasai bisnis media, gaya hidup, perbankan dan lain-lain, memulai bisnis dengan kepekaan menangkap peluang kebutuhan foto copy teman-teman kuliah dan dosen di kampus UI.

Seorang pengusaha properti yang saya kenal, belum lama ini bercerita bahwa dia memutuskan untuk membangun sebuah hotel resort berbintang empat di suatu kota, karena dalam 3 kali kunjungan ke kota itu, dia selalu kesulitan mencari hotel untuk menginap, karena hotel-hotel di sana selalu penuh. Akhirnya, hotel resort alami dan elegan itu, seminggu lalu telah resmi beroperasi.

Suatu pagi saya membaca koran, dan menemukan berita bahwa deretan rumah di pemukiman padat terbakar karena bermula dari kabel korslet di sebuah rumah. Kabel terjadi korslet, karena kulit kawat tembaganya mengelupas digigit tikus. Dari peristiwa itu, saya pun punya ide bagaimana membuat bahan-bahan aplikasi industri untuk memproduksi alat-alat rumah tangga yang anti tikus, dan disambut dengan baik oleh para pelanggan.

Ketika sering ditanya orang tentang oleh-oleh khas di Batam dan bingung menjawabnya. Akhirnya Deny Delyandri punya ide membuat kek pisang yang dikhususkan sebagai oleh-oleh khas Batam. Dan sekarang Kek Pisang Villa Batam yang dia kembangkan menuai sukses besar.

Bahkan ada satu kejadian unik, tahun 1991 di mana sekelompok orang mengumpulkan dana untuk membeli lantai lapangan yang digunakan untuk kejuaraan basket bergengsi NCAA di Indianapolis, senilai US$ 65.000. Kemudian lantai itu mereka potong kecil-kecil dengan ukuran 2.4 x 2 cm dan jual ke 22.000 penggemar sebagai tanda mata. Dalam waktu kurang dari seminggu uang US$ 65.000 berubah menjadi US$ 548.900, atau untung sebesar US$ 483.900 ( nilai sekarang sekitar lebih dari 6 milyar rupiah ), hanya dengan ide sederhana.

Pada akhirnya, daripada selalu bingung mencari ide bisnis terbaik dan mutakhir, yang berujung pada bisnis kita tidak pernah di mulai. Kenapa tidak kita jadikan masalah-masalah yang kita hadapi atau orang lain hadapi disekitar kita menjadi ilham kecil untuk memulai bisnis.

Kesempatan-kesempatan seperti ini ada dimana-mana, yang kita perlukan hanyalah mengenalinya dan kemudian mengambil tindakan. Mari selalu buka mata dan pikiran, karena seperti yang Steve Jobs katakan, kreatifitas hanyalah menghubungkan beragam hal.

– See more at: http://tangandiatas.com/menemukan-ilham-kecil/#sthash.ooHZaIF3.dpuf