WORKSHOP MINI SDM : MEREKRUT, MENGELOLA DAN MEMECAT KARYAWAN

Workshop mini SDM: Merekrut, Mengelola dan Memecat karyawan TDA Bogor Raya

 

workshop mini SDM
workshop mini SDM : merekrut, mengelola dan memecat karyawan

 

Alhamdulillah, lagi-lagi TDA Bogor menyelenggarakan event workshop untuk support pengembangan UMKM di Bogor. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Agustus 2017, di TDA Center Bogor, telah diselenggarakan mini workshop tentang sumberdaya manusia: bagaimana cara merekrut, mengelola dan memberhentikan karyawan. Pematerinya adalah Chandra Wangsa, pebisnis handal yang sudah pernah merekerut karyawan hingga puluhan orang. Dengan konsep mini workshop ini diharapkan materi lebih intens dan banyak interaksi sehingga peserta dibatasi hanya 20 orang saja dan alhamdulillah seat langsung ludes dalam hitungan hari.

 

mini workshop SDM TDA Bogor
mini workshop SDM TDA Bogor Raya

 

Materinya sangat mencerahkan dan runut di mulai dari membahas cara merekerut karyawan, mengelola karyawan hingga memberhentikannya. Karena rule no.1 dari dari mas cawang adalah ketika berani merekrut harus siap juga memecat ketika tidak tepat. Namun idealnya, prinsip yang terbaik adalah mencegah bukan mengobati dengan cara melakukan proses rekrutmen yang dilakukan dengan detail dan menyeluruh.

Berdasarkan pengalaman beliau, mindset/rule lain yang perlu di bangun dalam merekrut yaitu memoles jauh lebih mudah daripada memahat. Artinya lebih baik merektur orang yang sudah punya kemampuan dasar sesuai kebutuhan kita, selain kemampuan teknis maupun soft skill. Misalkan kita butuh pegawai desain, sangat penting untuk merekrut yang memiliki keahlian desain, misal mahir menggunakan aplikasi photoshop atau corel draw.

Yang harus dihindari menurut beliau adalah merekrut saudara sendiri, merekrut karena kasihan dan menggaji orang di bawah angka kebutuhannya. Untuk mencari karyawan, bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu rekomendasi dari orang ataupun menggunakan portal lowongan kerja. Untuk di bogor sendiri, mas Cawang seringkali menggunakan karirbogor.com untuk mengiklankan lowongan kerja.

Setelah beriklan di portal lowongan kerja, terutama jika berbayar untuk pasang iklannya, biasanya banyak sekali pelamar, bisa sampai ratusan pelamar, terutama jika kebutuhan/requirement kita kurang spesifik. Akibatnya banyak yang melamar juga tidak sesuai kualifikasi kita, baik itu underqualified maupun overqualified.

HRD Mastery TDA Bogor
TDA Bogor HRD Mastery merekrut, mengelola dan memecat karyawan

Jadi mas Cawang menyarankan agar mencantumkan semua kriteria dengan spesifik, mulai dari posisi, deskripsi pekerjaan, persyaratan yang dibutuhkan, alamat usaha hingga yang paling penting: GAJI/BENEFIT. Cantumkan di awal buka lowongan. Untuk seleksi berkas, biasanya mas Cawang menggunakan email sebagai media seleksi. Tentu lebih mudah juga bagi pelamar tanpa harus datang ke lokasi usaha kita.

Setelah diseleksi berkas yang masuk, hal yang tentu dilihat adalah kemampuan dan pengalaman mereka, seleksi selanjutnya adalah wawancara, dengan mengonfirmasi via telepon untuk kehadiran. Wawancara dapat dilakukan dengan grup ataupun personal. Untuk grup bisa dengan melakukan tes bersama misal potensi akademik/IQ dan wawancara umum terkait kemampuan. Untuk personal biasanya untuk mengetahui lebih dalam motivasi, personality/attitude serta pengalaman mereka.

Di posisi ini mas Cawang memberi tips untuk melakukan tes kebohongan dengan kalibrasi mata antara fakta dan imajinasi. Setelah mendapat hasil terbaik, jangan lupa untuk cek tambahan dengan mencari tahu tentang orang ini dari rekan kerja sebelumnya, atasan sebelumnya dan lain-lain (360 degree reference check). Setelah yakin, bisa job test dan jangan lupa buat kontrak kerja, karena ini adalah akadnya yang paling penting. JIka ada masalah dikemudian hari, ini adalah acuan/pegangan bersama. Dan mas Cawang juga sudah share contoh kontrak kerja pasca acara.

TDA Bogor raya mmini workshop SDM
mini workshop TDA Bogor Raya

Setelah rekrutmen, maka tahap selanjutnya adalah mengelola. Jangan salahkan karyawan jika performa belum optimal padahal saat seleksi bagus. Bisa jadi kita belum mengajarkan dan memberi training yang jelas serta capaian yang terukur. Tahap dalam pembelajaran bagi karyawan adalah sebagai berikut: Saya mengerjakan kamu melihat, kamu mengerjakan saya melihat, kamu mengerjakan saya tidak melihat.

Setelah dibuat training terjadwal, buat KPI tiap bagian dan laksanakan kontroling/monitoring rutin. Hal yang paling penting adalah memanusiakan karyawan kita, aturan tetap ditegakkan, tapi juga harus fleksibel. Seringlah bicara dari hati ke hati dengan karyawan. Cari tahu goal terbesarnya. Jangan hanya menanyakan target tapi juga tanya kendala yang dihadapi. Cawang memberi tips agar pasang CCTV di tempat usaha, agar karyawan merasa di awasi dan menjadi bukti/evidence jika terjadi apa-apa.

Pembahasan terakhir adalah memecat, jika ternyata kontrol di bagian perekrutan kurang baik tapi sudah terlanjur di rekrut/ tidak sesuai dengan harapan kita dan malah menjadi virus bagi tim, maka hal ini menjadi penting.Bagaimana caranya kita tetap dengan pendekatan yang memanusiakan ketika memecat. KPI yang rendah adalah alasan paling utama, buat kesepakatan, jika tidak mencapai KPI selama sekian bulan, maka mereka siap untuk mengundurkan diri. Atau bisa jadi buat dia tidak berada di habitat aslinya. Misal orang lapangan/sales diminta untuk desain atau mengerjakan keuangan. Tapi balik lagi ketika memecat, bicarakan secara baik-baik, buat kesan yang bagus dalam mengkahiri hubungan kerja. Karena kesan lebih penting daripada pesan.

 

#ScaleUpSpirit

#GetUpSpeedUdScaleUp

#TDABogorRayaMastery

#BersamaMenebarRahmat

#TanganDiAtas

#enterpreneurship